VITAMIN
C DAN UDANG
Ada anggapan di tengah masyarakat
bahwa makan atau minum vitamin C tidak boleh dibarengi dengan udang, karena
bisa menimbulkan keracunan. Menurut pernyataan dr. Handrawan Nedesul, anggapan
ini tidak benar. Karena organisme laut, di antaranya udang sejenisnya meskipun
mengandung senyawa arsen organik dalam bentuk arsenobetain, namun jika
dikonsumsi, arsenobetain ini tidak akan tercerna dan akan dikeluarkan secara
utuh melalui urine. Jadi, sifatnya tidak berbahaya.
Keracunan baru akan terjadi jika
udang dan organisme laut lainnya yang dikonsumsi tercemar arsen anorganik
karena habitatnya tercemar. Jika dicampur dengan vitamin C, reaksinya menjadi
signifikan karena derajat keasaman lambung meningkat.
“Semala kita mengkonsumsi udang dan
vitamin C dalam takaran normal(nggak berlebihan), tubuh kita akan baik-baik
saja. Jadi, nggak perlu takut deh, makan udang ditemani segelas es jeruk,”ungkapnya.
TIDUR
SETELAH MAKAN MENYEBABKAN PARUT BUNCIT
Banyak orang yang menghindari
tiduran setelah makan, karena mereka takut kalau perutnya semakin buncit.
Karena itu banyak orang yang lebih memilih lapar disaat malam hari(menjelang
tidur) dari pada perutnya bertambah gendut.
Sebenarnya anggapan seperti ini
tidak selamanya benar. Perut buncit disebabkan oleh gas perut atau timbunan
lemak karena kesalahan pola makan. Sebaiknya, total kalori makanan yang kita
asup sesuai dengan kalori yang akan terbuang. Ketika tubuh bertambah gemuk,
lapisan lemak di perut pun akan bertambah. Begitu pula dengan makan malam di
atas pukul 19.00 sebenarnya tidak masalah asalkan porsinya tidak terlalu
berlebihan.
dr. Kevin Jan Vandenbergh dari
Belgia dalam artikelnya di Health Grivint Magazine menyatakan,”Pada saat orang
sedang tidur maka tubuh akan mengeluarkan kalori yang lebih sedikit sehingga proses
pencernaan akan melambat. Adapun sisa makanan yang belum dicerna dengan baik
bisa ditimbun menjadi lemak di bawah kulit.
Sumber
: Majalah Selaras
Tidak ada komentar:
Posting Komentar